Kamis, 01 Juli 2010

Clear.fi Bikin Orang Betah di Rumah

KOMPAS.com - Pernahkah Anda membayangkan dapat memutar video yang tersimpan dalam komputer di kamar tidur melalui monitor komputer yang ada di ruang tamu? Atau Anda ingin melihat foto-foto kekasih Anda yang tersimpan di ponsel melalui monitor komputer meja?


Bila keinginan itu muncul, kesulitan yang terbayang adalah bagaimana menghubungkan antarperanti tersebut ke dalam satu jaringan yang memungkinkan untuk bisa terjadi lalu lintas isi, baik itu video, audio, maupun foto. Bagaimana pula mengaitkelindankan folder- folder dalam peranti-peranti itu menjadi susunan yang sistematis. Semua terjawab melalui Clear.fi.


Perusahaan komputer asal Taiwan, Acer, melihat bahwa kebutuhan manusia modern akan teknologi makin berpusat ke rumah.


"Rumah merupakan tempat paling nyaman. Anda merasa lebih bebas dan mandiri saat berada di rumah. Seseorang bisa lebih ekspresif karena bebas tekanan saat berada di rumah," ujar Presiden IT Produk Acer Jim Wong di hadapan puluhan wartawan Asia Pasifik dan Eropa dalam acara peluncuran Clear.fi di Beijing, China, akhir Mei.


Untuk menjawab kebutuhan orang rumahan itu, Acer meluncurkan konsep Clear.fi, sebuah konsep yang memungkinkan penghuni rumah menikmati materi digital dari berbagai peranti dan platform. Clear.fi juga sangat cocok bagi orang rumahan.


"Anda bisa menikmati musik yang bersumber dari komputer jinjing atau komputer meja dari telepon genggam. Tinggal pencet dan semua muncul sesuai keinginan kita," kata CEO Acer Gianfranco Lanci dalam peluncuran Clear.fi.


Menurut Lanci, penggunaan materi digital begitu masif di dunia, hampir semua jenjang usia akrab dengan materi-materi digital. Pertukaran materi digital antarpemilik ataupun peranti juga marak. Oleh karena itu, Acer menghadirkan Clear.fi.


Jaringan nirkabel

Clear.fi menghubungkan berbagai peranti, seperti komputer jinjing, komputer meja, telepon genggam, dan alat baca buku digital melalui jaringan nirkabel yang disebut Digital Living Network Alliance (DLNA). DLNA merupakan jaringan standar yang biasa digunakan untuk memadukan materi multimedia dalam jaringan lokal.


Clear.fi lebih dari sekadar perangkat lunak ataupun perangkat keras. Ia melampaui kedua hal itu karena berhasil menghilangkan tabir pembatas teknologi yang selama ini menyulitkan penggunanya untuk berbagi dari satu peranti ke peranti lainnya.


Melalui konsep Clear.fi, Acer ingin menjembatani agar setiap peranti bisa saling "bicara" dan "berbagi" satu sama lain. Penggunanya bisa mengambil data di komputer jinjing melalui telepon genggam, misalnya, dan begitu sebaliknya. Clear.fi merupakan cara cerdas dan inovatif untuk memadukan teknologi dan peranti agar materi-materi digital yang ada di dalam rumah bisa dinikmati dari sudut mana pun di rumah itu.


Hebatnya, Clear.fi tidak hanya berfungsi untuk produk Acer. Produk lain pun bisa terhubung dan disatupadukan dalam konsep Clear.fi. Untuk telepon seluler, misalnya, bisa menggunakan merek apa pun selama memiliki basis teknologi yang sama, yakni android.


Dari seluruh jaringan Clear.fi, bisa dibilang otaknya berada pada Acer Revo Family yang terdiri dari pusat penyimpanan data (Revo Center), layar televisi (Acer RevoView), video player, dan semacam remote control berbentuk pipih yang disebut Revopad. Revopad memiliki tombol QWERTY yang bentuknya rata. Dari sini, pengguna bisa menikmati berbagai materi digital, seperti home theatre.


Dari Acer Revo Family itulah semua materi digital bisa dihubungkan ke perangkat lain, seperti komputer jinjing, komputer meja, telepon seluler, atau peranti untuk menampilkan buku digital yang disebut Acer Lumiread. Acer Lumiread merupakan salah satu produk baru Acer yang muncul bersamaan dengan Acer Stream, telepon genggam produksi Acer.


Acer Lumiread mampu menyimpan materi buku hingga 4 juta judul. Adapun Acer Stream memiliki lima fitur utama berupa layar sentuh, Wi-Fi, sistem operasi android, high definition multimedia interface (HDMI), dan memori internal 2 giga bytes yang bisa digunakan untuk menyimpan hasil unduhan berbagai aplikasi dan permainan 3 dimensi. Dalam istilah umum, produk ini sering disebut smartphone.


Banyak kemudahan

Karena berhasil menyederhanakan kompleksitas hubungan antarperanti, Clear.fi mampu menghadirkan berbagai kemudahan. Anda dapat sesuka hati menyimpan, menambah kapasitas, atau mengembangkan jaringan kapan saja. Anda tinggal mengambil dan menaruh (drag and drop) berbagai materi digital untuk memainkan atau menyimpannya dari atau ke peranti mana pun dalam jaringan Clear.fi.


Begitu mudahnya Anda mencari dan memainkan materi digital yang ada tanpa perlu membutuhkan banyak waktu. Asal Anda ingat jenis materi digital yang dicari itu: apakah video, foto, atau audio.


Jim Wong menggambarkan, Anda bisa seharian menggunakan telepon genggam untuk berinteraksi dengan orang lain. Pada saat yang sama, telepon genggam Anda juga berinteraksi dengan telepon genggam lain dengan provider yang berbeda. Anda mengirim dan menerima gambar atau mengakses
internet . Namun ketika Anda pulang, secara otomatis telepon genggam Anda langsung terhubung dengan jaringan Clear.fi dan semua materi digital yang Anda peroleh di luar tadi bisa langsung Anda simpan atau mainkan di rumah.

Kemudahan itu ditunjang dengan fasilitas layar sentuh. Anda tak perlu lagi terlalu ribet pencet sana pencet sini.


Bagi Lanci, teknologi layar sentuh telah menjadi pusat dan ukuran standar dunia digital. Teknologi layar sentuh juga telah akrab dengan generasi muda yang mengenal dunia digital sejak usia anak-anak, tetapi tidak begitu akrab dengan papan ketik dan tetikus.


Nah, dengan banyaknya peranti yang terhubung dalam konsep Clear.fi, Anda bisa menempatkan peranti-peranti tersebut di kamar tidur, ruang tamu, dapur, atau ruang baca.


Anda bisa menikmati musik di dapur, menonton film di kamar tidur, atau membagi foto-foto Anda dari telepon genggam. "Find, share, play, store, enjoy. It's all there," kata Lanci. Kalau teknologi semacam Clear.fi ini hadir di rumah, terbayang betapa berat untuk melangkah keluar. Bikin betah di rumah.


Namun, warga Indonesia sepertinya harus bersabar untuk bisa menikmati semua itu. Acer baru akan memasukkan Clear.fi ke Indonesia pada kuartal ketiga tahun ini.(
Mohammad Hilmi Faiq)

Axioo Curriculum Program Cetak Tenaga Ahli IT

JAKARTA, KOMPAS.com - Kompetensi teknologi informasi tidak hanya didapat dari pengetahuan di bangku sekolah, tapi juga berdasarkan jam terbang dengan terjun langsung ke lapangan. Alasan inilah yang menjadi dasar dimulainya Axioo Curriculum Program (ACP) yang bertujuan membantu siswa-siswi sekolah menengah kejuruan bidang teknologi informasi untuk menyiapkan diri sebelum masuk lapangan kerja.


Program ini merupakan bentuk tanggung jawab korporasi untuk dunia pendidikan Indonesia dan juga bagian dari pengembangan mitra industri dan edukasi untuk menopang sekolah-sekolah kejuruan agar dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas, terampil, dan siap pakai untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja ahli di berbagai industri.

Dengan mengikuti program ini, siswa diharapkan dapat memiliki keunggulan kompetitif melalui proses transformasi dari knowledge (ilmu yang didapat di bangku sekolah) menjadi working knowledge (perpaduan antara keilmuan teoritis yang diterapkan pada kasus riil di lapangan).

"Tidak ada cara lain, siswa akan mengalami proses transformasi ini melalui jam terbang, yaitu terjun langsung dalam pekerjaan TI yang sesungguhnya, merasakan langsung bagaimana ia harus tetap inovatif dan menemukan problem solving ketika bekerja dalam kondisi under pressure," demikian pernyataan Axioo dalam siaran pers yang diterima Kompas.com. Selasa (22/6/2010).

ACP bukanlah pelatihan biasa. Program ini selain menyediakan pendidikan yang sesuai standar kompetensi industri teknologi informasi, para siswa juga akan mendapatkan pelatihan di unit bisnis yang tersedia ataupun kesempatan magang di grup perusahaan Axioo sehingga mendapatkan pengalaman riil dalam layanan konsumen dan layanan purna jual.

Pascapendidikan dan pelatihan, para peserta didik akan menghadapi ujian kelulusan, dan hanya bisa lulus jika mereka mampu memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan. Lulusan terbaik akan mendapat kesempatan untuk langsung terjun di grup perusahaan Axioo ataupun di perusahaan lain yang membutuhkan.

Untuk menjalankan program ini, Axioo menggandeng distributor resmi di Indonesia, PT Tera Data Indonusa. Sebagai proyek awal, Axioo bekerja sama dengan SMK MedikaCom, Bandung dan mitra lokal dealer Mitra Abadi Computer.

Sejak tahun 2005 Axioo adalah produsen laptop yang memakai merek asli dari Indonesia. Saat ini Axioo bahkan telah merambah pasar yang lebih luas di berbagai negara Asia Tenggara dan Eropa.

Ganti Bada, Java Propietary Ditinggalkan Samsung

JAKARTA, KOMPAS.com - Samsung bakal meninggalkan pengguna platform Java Propietary di semua jenis ponselnya di masa mendatang. Sebagai gantinya, raksasa elektronika asal Korea Selatan itu bakal menggunakan platform terbarunya, Bada.


"Ke depan semua feature phone akan menggunakan Bada," kata Pambudi Sudirman, Application Manager Samsung Mobile Indonesia di acara Bada Developer Day yang diadakan Samsung dan Majalah Chip, Rabu (30/6/2010) di Hotel JW Marriott, Jakarta. Namun, ia tidak bisa memastikan kapan Samsung benar-benar meninggalkan Java Propietary dan menggantinya dengan Bada karena hal tersebut tergantung kebijakan kantor pusat di Korea Selatan.

Menurut Pambudi, kehadiran Bada memang untuk menjawab tuntutan konsumen. Saat ini, ponsel tidak hanya dilihat sebagai perangkat telepon dan SMS saja, tapi juga harus bisa menjadi communication hub untuk selalu terhubung dengan teman, saudara, dan seluruh dunia. Dengan sistem propietary, kata Pambudi, Samsung kesulitan mengembangkan aplikasi-aplikasi baru sesuai tuntutan tersebut.

"Bada bersifat open dan fleksibel, semua aplikasi yang diciptakan bisa dinikmati sampai ke ponsel low end," ujar Pambudi. Saat ini, Bada memang baru digunakan di satu jensi ponsel yakni Samsung Wave yang notebene merupakan smartphone kelas atas. Namun, ke depan, Samsung telah menyiapkan smartphone kelas menangah ke bawah dengan platform Bada.

Tahun ini, kata Pambudi, Samsung akan merilis tiga jenis ponsel lagi berbasis Bada. Masing-masing dua tipe yang hanya mendukung hingga jaringan EDGE dan satu tipe yang mendukung 3G/HSDPA. Ini juga menegaskan bahwa semua ponsel Samsung di masa mendatang adalah smartphone dari kelas low end hingga high end.

Bagaimana dengan platform lainnya? Pambudi mengatakan Samsung memang dikenal menggunakan semua platform di jajaran ponselnya dari Android, Windows, dan Symbian. Hal tersebut karena ada kelebihan tertentu yang tidak bisa dipenuhi semuanya di satu platform. Menurutnya, Samsung tetap akan mempertahakan strategi multi-OS di jajaran perangkatnya dan Bada salah satunya.

Jerman Sudah Juara

SINGAPURA, KOMPAS.com - Tim sepakbola Jerman mungkin masih berjuang untuk mendapat tiket final Piala Dunia 2010. Saat berita ini ditulis, Timnas Jerman masih harus mengalahkan Inggris demi tiket ke perempat final. Tapi, tim sepakbola robot dari negara tersebut sudah menjuarai lomba robot tingkat dunia RoboCup Soccer 2010 yang digelar di Singapura, 19-24 Juni 2010.

Robot dari University Bremen berhasil mengalahkan robot dari University New South Wales (UNSW) Australia dengan skor telak 6-1 dalam final Kamis (24/6/2010) lalu. Untuk memenangkan kompetisi ini, tim robot bernama B-Human itu harus berjuang mengalahkan 22 tim lainnya dari berbagai negara.

Seperti halnya pertandingan sepakbola sebenarnya, tim robot sepakbola tersebut harus bekerja sama untuk mengegolkan bola ke gawang lawan. Kompetisi dilakukan dalam sistem turnamen di mana peserta dibagi dalam beberapa grup untuk memperebutkan tiket perempat final, semifinal, sampai final. Semua robot bekerja dengan sensor otomatis dan tidak dikendalikan dari jarak jauh.

Tim robot dari Jerman memang dalam kompetisi untuk kategori Standard Platform League. Pada kategori ini, semua tim yang bertanding menggunakan robot yang bentuk dan ukurannya sama. mereka bersaing dalam memprogram robot tersebut sehingga memiliki kemampuan saling menggiring bola yang terbaik. Sebelumnya, kompetisi ini menggunakan Aibo, robot anjing empat kaki buatan Sony. Tapi sejak 2008, kompetisi menggunakan robot dua kaki Aldebaran Nao hingga sekarang.

RoboCup Soccer 2010 merupakan bagian dari kompetisi RoboCup 2010. Kompetisi robot ini digelar setiap tahun, tapi tahun ini istimewa karena kebetulan bersamaan dengan Piala Dunia 2010. Untuk RoboCup terdapat lima kategori, masing-masing untuk kompetisi yang bersifat simulais saja, robot ukuran kecil, robot ukuran sedang, robot ukuran besar, robot humanoid, dan robot dengan platform standar.

Proyektor EB-450Wi, Whiteboard Digital dari Epson


KUTA, KOMPAS.com - Penggunaan proyektor untuk kebutuhan belajar di kelas bukan lagi menjadi hal baru saat ini. Tak hanya presentasi bisnis, banyak sekolah dan lembaga pendidikan memakai proyektor agar materi pengajaran dapat disampaikan dengan lebih baik.

Tapi, kemajuan teknologi itu bukan tanpa kekurangan. Pancaran sinar proyektor yang memancar ke layar, sering kali menghantam tubuh presenter, dan melahirkan bayangan hitam yang justru menutup layar. Sementara, penggunaan laser pointer belum mungkin mendukung interaktifitas terhadap materi yang tampil pada layar.

Lantas, adakah solusi untuk segala masalah itu? Malam ini (Sabtu, 12/6/2010) di Kuta, Bali, PT EPSON Indonesia memperkenalkan sebuah produk baru yang diyakini akan menggantikan fungsi 'whiteboard'.

Proyektor EB-450Wi diluncurkan sebagai proyektor yang memiliki jarak amat dekat layar, hanya sekitar 7cm. Artinya, proyektor cukup digantung sejauh 7cm dari layar, dan materi presentasi sudah dapat tampil di layar, dengan ukuran diagonal hingga 60 inch. Jarak lensa ke layar pun hanya 45 cm. Semua kelebihan itu memungkinkan proytektor digunakan dalam ruang yang sempit, dan tak ada lagi gangguan bayangan tubuh yang menutup layar.

"Itulah fitur yang disebut ultra-short throw, meminimalkan bayangan dan memungkinkan berbagai permukaan menjadi area presentasi, tak cuma layar, tapi pun dinding dan permukaan halus lainnya," kata Chris Herman Gunawan, Business and Corporate Division Manager.

Nah, yang juga istimewa, proyektor ini dilengkapi dengan fitur interaktifitas. Berkat bantuan pena infrared, layar monitor di dinding ataupun whiteboard dapat 'disulap' menjadi layar touch-screen. Pena 'ajaib' itu menggantikan fungsi mouse pada laptop, sekaligus menjadi 'spidol' untuk menulis pada layar. "Semua file yang dihasilkan, tentu dapat disimpan dalam format asalnya seperti pada komputer," kata Chris lagi.

Paket proyektor dengan resolusi 1280x800 WXGA alias widescreen ini dijual satu paket dengan braket dinding (wall mount) untuk kemudahan instalasi. Sementara teknologi 3 panel LCD terpisah (merah, hijau dan biru) memungkinkan gambar tampil lebih halus tanpa perubahan pemisahan warna, atau lebih dikenal dengan efek pelangi.

Lalu, berapa harga produk baru ini? Akankah lembaga pendidikan atau sekolah mampu membeli dan memakainya?

Pihak Epson menyebutkan, produk dipasarkan dengan harga 2.869 dollar AS, atau hampir Rp 30 juta. "Tugas kami adalah mengedukasi pihak-pihak lembaga pendidikan tentang penghematan yang dapat dilakukan dengan memakai produk ini. Memang terasa agak mahal di awal, tapi untuk pemakaian jangka panjang dan kelengkapan fungsi, produk ini justru menawarkan efisiensi," kata Chris yakin.

Tablet Kalahkan Netbook Tahun 2012

AKARTA, KOMPAS.com - Setelah demam netbook setahun terakhir, dunia kelihatannya akan diserang demam tablet. Munculnya iPad menjadi pemicu produsen hardware lainnya untuk membuat produk sejenis.

Bahkan, firma analis riset Forrester Research memperkirakan popularitas tablet bakal melampaui netbook dalam dua tahun saja. Dari hasil riset terakhir yang dilaporkan Kamis (17/6/2010), tablet diperkirakan lebih banyak terjual ketimbang netbook pada 2012.

Menurut Rotman Epps, penulis utama laporan riset tersebut, hal tersebut dipicu kecenderungan kalau tablet akan memangsa pasar netbook. Selain itu, produk desktop akan menurun permintaannya dan digantikan berbagai jensi varian komputer itu.

Cisco Cius, Tablet Profesional Berbasis Android

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - Menyusul langkah Apple, Cisco segera merilis komputer tablet pertamanya. Namun, perangkat ini tidak akan dijual secara ritel untuk pasar konsumer karena ditujukan untuk kebutuhan para profesional di pasar korporat.


Tablet yang diberi nama Cius menggunakan platform Android yang berbasis open source buatan Google. Cius rencananya diluncurkan mulai akhir tahun ini dan dijual perdana awal tahun 2011 nanti.

Ukurannya sedikit lebih kecil daripada iPad buatan Apple. Lebar layarnya hanya 7 inci tidak seperti iPad yang 9,7 inci. Bertanya pun lebih ringan yakni 0,52 kg dibandingkan berat iPad 0,68 kg. Daya tahan baterainya cukup lama mencapai 8 jam.

Tapi, kalau iPad tidak dilengkapi kamera, Cius bahkan sudah punya dua kamera. Kamera utama berkualitas tinggi bisa dipakai untuk melakukan video streaming dan komunikasi video secara realtime. Kamera kedua sebagai webcam pun sudah 5 megapixel.

Cius juga menyediakan fitur untuk mengelola email, instant messaging, dan web browsing, melalui Wifi maupun jaringan 4G. Kehadirannya disertai layanan cloud computing yang memungkinkan pengguna menyimpan data/dokumen di internet dan mengaksesnya dari mana saja.

"Platform semacam ini bisa mentransformasi cara profesional di klinik kesehatan melayani pasien, mengubah cara pedagang ritel memberikan layanan lebih baik kepada konsumen, atau bagaimana universitas menyediakan pendidikan berkelas dunia kepada para mahasiswanya," ujar Tony Bates, senior VP di Cisco seperti dilansir AFP, Rabu (30/6/2010).

Sebelum Cisco, Dell juga sudah mengembangkan tablet berbasis Android dengan nama Streak. Ukurannya lebih kecil lagi dan dirancang agar lebih praktis ditenteng ke mana-mana. Apple sebagai pelopor tablet bahkan sudah menjual lebih dari 3 juta unit iPad sejak diluncurkan 3 April 2010 lalu.

Netbook Harga Rp 1 Jutaan Ini Buatan Indonesia Lho

JAKARTA, KOMPAS.com — Tak harus menunggu proyek OLPC (One Laptop Per Child) yang digagas Profesor Negroponte dari Institut Teknologi Massachussets (MIT), AS, untuk mendapatkan laptop dengan harga sekitar 100 dollar AS. Perusahaan Indonesia pun kini sudah bisa menghadirkan laptop dengan harga semurah itu.


Untuk mendapatkan harga semurah itu juga tidak perlu memborong ribuan unit atau bahkan jutaan unit seperti disyaratkan program OLPC pada awalnya. Beli satu unit pun bisa dapat dengan harga sebesar itu. Enggak percaya?

PT Elevo Technologies Indonesia (ETI) adalah perusahaan pertama di Indonesia yang akan memelopori kehadiran laptop untuk konsumer seharga Rp 1 jutaan. Ada dua tipe netbook yang rencananya dirilis Agustus 2010 nanti, yakni Netbook Elevo R7 (layar 7 inci) dibanderol dengan harga Rp 998.000 dan Elevo R10 (layar 10 inci) dilego dengan harga Rp 1.398.000.

"Kami telah berhasil mendapatkan formula tepat untuk harga netbook yang pas di kantong masyarakat Indonesia. This is a huge leap in our IT industry. This is a dream comes true!" kata Borton Liew, Direktur Marketing PT ETI, dalam rilis yang diterima Kompas.com.

Elevo R7 menggunakan layar 7 inci (800 x 480), Prosesor ARM9 533Mhz, Wifi 802.11b/g, OS Original Windows CE 6.0 atau Android, Memory 128 MB, 2GB Nand Flash, 2-in-1 SD Card, 2 USB Port, Keyboard, Touch Pad, USB to VGA (Optional), USB to Ethernet (Optional).

Sedangkan R10 menggunakan layar 10 inci (1024 x 600), Prosesor ARM9 533Mhz, Wifi 802.11b/g, OS Original Windows CE 6.0 atau Android, Memory 128 MB, 2GB Nand Flash, 2-in-1 SD Card, 2 USB Port, Chiclet Keyboard, Touch Pad, Built-in Camera 1,3 Mpx, Built in Stereo Speaker, Earphone Jack in/out, Ethernet LAN RJ 45, USB to VGA (Optional).

ETI mengakui dengan harga semurah itu belum bisa memberikan kapasitas media penyimpan yang besar. Namun, pengguna netbook yang menginginkan kapasitas media penyimpan yang lebih besar dapat menggunakan SD card sebagai tambahan.

Meski baru keluar Agustus mendatang, ETI sudah menyediakan program pemesanan awal untuk mengantisipasi lonjakan peminat pada hari pertama penjualan sejak hari ini. Pemesanan dapat dilakukan di semua gerai 1stComputer di sejumlah mal atau hubungi 021-62317007 dan kunjungi www.elevo.co.id untuk informasi lebih lanjut.

Jumlah Laki-laki Lebih Banyak dari Perempuan

Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibanding perempuan.

"Bedanya tipis tapi lebih banyak laki-laki dibanding perempuan," kata Kepala BPS Rusman Heriawan di Jakarta, Kamis.

Ia menyebutkan satu daerah yang jumlah penduduk laki-lakinya lebih banyak dari pada perempuan adalah provinsi Kalimantan Timur.

"Jadi kalau perempuan mau cepat berjodoh larilah ke Kalimantan Timur karena laki-laki lebih banyak di sana, kenapa demikian ternyata lapangan kerja di sana pro laki-laki, tambang di sana," ujarnya.

Sebaliknya, di Sumatera Barat kondisinya berkebalikan yaitu lebih banyak perempuan dari pada laki-laki. "Jadi kalau perlu yang laki-laki rakin-rajin ke Sumatera Barat. Kenapa lebih banyak perempuan di situ karena laki-lakinya merantau semua," tuturnya.

BPS memperkirakan jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai sekitar 237 juta jiwa.

"Dari angka `clear` yang sudah masuk, jumlahnya sudah lewat dari angka 237 juta jiwa, saya perkirakan tidak akan menembus angka 238 juta jiwa," katanya.

Rusman mengatakan saat ini pihaknya sedang fokus mengolah data yang masuk sejak sensus penduduk berakhir pada 30 Juni 2010. "Ini sedang kita kejar supaya pada 16 Agustus 2010 bisa disampaikan oleh Presiden secara detil pada sidang paripurna DPR," ujarnya.

Rusman memastikan sudah 100 persen warga negara Indonesia dan warga negara asing yang ditinggal di Indonesia sudah disensus.

Apple Akhirnya Cari 3 Pakar Antena

CUPERTINO, KOMPAS.com - Kesempatan buat para insinyur yang ahli soal desain antena dan propagasi. Apple saat ini tengah membuka lowongan kerja buat profesional yang punya keahlian tersebut. Tidak tanggung-tanggung, ada tiga lowongan yang dibuka.

Entah kebetulan atau tidak, lowongan kerja tersebut dipublikasikan Apple pada waktu yang hampir bersamaan dengan laporan adanya masalah pada antena iPhone 4 saat dijual perdana, Kamis (24/6/2010) lalu. Sejumlah pengguna smartphone tersebut mengaku kesulitan mendapatkan sinyal saat menggunakannya.

Belakangan Appel secara resmi menyatakan bahwa masalah tersebut terjadi karena adanya redaman (attenuation) yang timbul saat perangkat yang aktif digenggam dengan posisi tertentu. Apple menyarankan pengguna iPhone 4 agar tidak menggenggam bagian bawah perangkatnya terutama menutup garis hitam di kedua sisi sudut bagian bawah yang menjadi tempat antena eksternal atau membungkus iPhoen 4 dengan aksesoris yang tersedia di pasar agar tidak terjadi kontak langsung antara tangan dan antena.

Desain antena luar yang diletakkan pada pelat stainless steel yang mengelilingi sisi iPhone 4 memang baru kali ini dipakai. Sebelumnya saat memperkenalkan iPhone 4pertama kali dalam kegiatan Worldwide Developer Congerence (WWDC) awal Juni lalu, CEO Apple Steve Jobs menyatakan antena luar tersebut diharapkan bisa meningkatkan kakuatan penerimaan sinyal.

Namun, faktanya desain antena luar tersebut malah menimbulkan masalah apalagi terutama buat pengguna yang kidal. Jadi, apakah lowongan kerja buat para ahli antena tersebut untuk mengatasi masalah ini? Tertarik mendaftar, silakan kunjungi website Apple di sini.

Microsoft Kin Gagal, Penjualan Dihentikan

WASHINGTON, KOMPAS.com - Umur ponsel Kin buatan Microsoft dan Sharp ternyata hanya berumur dua bulan. Penjualan dua tipe ponsel yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan berjejaring sosial lebih mudah itu dihentikan penjualannya karena gagal di pasaran.

"Kami telah mengambil keputusan untuk fokus saja pada peluncuran Windows Phone 7 dan tidak jadi meluncurkan Kin ke Eropa musim gugur ini seperti direncanakn sebelumnya," demikian pernyataan Microsoft, Rabu (30/6/2010). Tim pengembangan Kin kini pun dilebur ke dalam tim Windows Phone 7.

Kehadiran Kin yang dijual melalui operator Verizon di AS memang tak mulus. Bahkan, baru dua bulan beredar harganya langsung didiskon dari 49 dollar AS menjadi 29 dollar AS serta tipe kedua dari 99 dollar AS menjadi 49 dollar AS. Harga tersebut belum termasuk kontrak langganan 30 dollar AS per bulan.

Banyak yang mengkritik Kin dengan fitur-fitur yang terbatas. Meski harganya murah, kontrak langganannya terlalu mahal untuk ponsel yang bisa dibilang tidak sekelas smartphone karena tidak ada app store. Namun, banyak pula yang memuji fitur Kin Studion yang memungkinkan penggunanya mengakses layanna online dan mengecek sejarah aktoivitas penggunaan ponsel seperti SMS, telepon, penggunaan foto, dan video. Layanan ini mem-back up semua konten di ponsel Kin.

BCL Pilih Fokus ke Kandungan

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski turut dikait-kaitkan dengan tersangka kasus video porno penyanyi Nazriel Irham alias Ariel, artis cantik Bunga Citra Lestari alias BCL tak mau ambil pusing. Ia memilih untuk lebih memerhatikan kandungannya, buah hatinya dengan sang suami, Ashraf Sinclair.

Hal tersebut diungkapkan oleh ibunda BCL, Emmy, saat dihubungi melalui telepon, Kamis (1/7/2010). "Tadi pagi saya juga ketemu. Kami asyik-asyik saja. Sama sekali enggak ngomongin itu (video). Bunga lebih konsen ke kandungannya," kata Emmy.

Emmy mengaku tidak pernah membahas masalah video porno mirip Ariel dan BCL yang beredar di Manado tersebut dengan putrinya itu. Meski demikian, ia juga mengaku mengenal sosok Ariel. Demikian juga dengan BCL, yang mengenal Ariel karena sama-sama berprofesi sebagai penyanyi.

"Ya kenal sama Ariel karena bekerja di bidang yang sama. Sama-sama nyanyi," tuturnya.

Lebih jauh, Emmy menyerahkan seluruh penyelidikan kasus ini kepada pihak kepolisian. "Saya cuma menyerahkan hal ini sama yang berwenang. Kan sudah ada yang menanganinya," tutupnya. (ANI)

Status Terbaru Luna - Tari Ditentukan Malam Ini

Menindaklanjuti kasus video mesum mirip artis yang melibatkan nama Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari, kepolisian pun memeriksa mantan istri Ariel, Sarah Amalia. Polisi membantah adanya video Ariel dan Sarah. Mereka juga menolak membeberkan hasil rapat evaluasi yang dilakukan kemarin malam.

"Belum bisa diomongin karena sekarang masih ada rapat-rapat aja. Ini juga baru mulai jam 1 siang. Pak Ito juga baru datang jam 13.30 siang habis dari HUT Bhayangkari," kata Kabid Penum Kombes (Pol) Marwoto Soeto ketika dihubungi melalui ponselnya, Kamis (01/07) sore.

Dijelaskannya juga jika hari ini tidak ada pemeriksaan lanjutan untuk Cut Tari dan Luna Maya. "Kalau misalnya nggak ada pemeriksaan berarti nggak ada perkembangan dong," tambahnya.

Sementara itu, malam ini pun akan dilaksanakan rapat lanjutan di Mabes. Dan diakui oleh Marwoto jika rapat kali ini akan membahas soal status Luna dan Tari.

"Bahas Luna Maya dan Cut Tari, apakah status mereka bisa dinaikkan atau tidak," pungkasnya tegas. (kpl/buj/npy)

Tubuh Gadis Ini Nyaris Tak Berdaging

DALLAS, KOMPAS.com — Malang benar nasib yang dialami Lizzie Velasquez. Tubuh gadis asal Austin Texas, Amerika Serikat, ini kurus kering dan nyaris tak ada bagian lemak dalam tubuhnya. Bobotnya hanya seberat 4 stone atau sekitar 25,4 kilogram, tetapi ia bukan penderita gangguan makan atau anoreksia.

Mandala: Tahun Ini 3 Rute Internasional


SINGAPURA, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan Mandala Airlines hingga akhir tahun ini merealisasikan tiga rute internasional terkait pengembangan bisnisnya. "Rute ke Singapura ini yang pertama untuk rute internasional kami," demikian Presiden Direktur Mandala Airlines, Diono Nurjadin dalam kesempatan peresmian rute Jakarta-Singapura (pp) dan Balikpapan-Singapura (pp) di Bandara Changi, Singapura, Kamis (1/7/2010). Dalam kesempatan itu, hadir pula Chief Executive Officer (CEO) Changi Airport Group, Lee Seow Hiang.